Senin, 26 September 2011

PDK-Sapel Cacingan


SATUAN PEMBELAJARAN
MENCEGAH INFEKSI CACINGAN PADA ANAK
















 








MATA KULIAH
PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN








 







DOSEN   :
Ns.  EMIL, S.Kep















 












   Disusun Oleh   :
KOMARUZ ZAMAN
11100023

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
Kesetiakawanan Sosial Indonesia
( STIKes  KESOSI )

SATUAN PEMBELAJARAN


Pokok Bahasan                       :   Mencegah cacingan.
Sub Pokok bahasan                 :   Mencegah infeksi cacing pada anak.
Peserta didik                            :   Anak-anak SD
Tempat                                    :   UKS SDN 3 Cakung Barat.
Hari                                         :   Sabtu, 4 Juni 2011.
Waktu                                     :   30 Menit
Pengajar                                  :  


I.          TUJUAN    :

1.         Tujuan Instruksional umum .
           
            “Anak-anak mendapat informasi tentang pencegahan infeksi cacing”

2.         Tujuan Instruksional khusus .

a.       Anak-anak dapat mengetahui pengertian cacingan.
b.      Anak-anak dapat mengetahui macam-macam cacing perut yang sering.
c.       Anak-anak dapat mengetahui cara penularan cacing.
d.      Anak-anak dapat mengetahui akibat dari infeksi cacing.
e.       Anak-anak dapat mengetahui cara mencegah penularan cacing.


II.        MATERI.

1.                  Pengertian cacingan
2.                  Macam-macam cacing perut
3.                  Cara penularan cacing
4.                  Akibat dari infeksi cacing
5.                  Cara mencegah penularan cacing


III.       METODE.

            -   CERAMAH.
            -   TANYA JAWAB.




IV.       MEDIA.

            -   Laptop
            -   Proyektor.


V.        SUMBER.

            -   Internet.
            -   Buku tentang infeksi cacing .

VI.       STRATEGI PELAKSANAAN

KEGIATAN / WAKTU
PENDIDIK
PESERTA DIDIK

Pembukaan.   5  menit




Pelaksanaan atau kegiatan demonstrasi selama 20 menit







Penutup  5 menit.


-  Cara memberikan salam.
    Pembuka, perkenalan,
    serta kata-kata pembuka


- Menjelaskan pengertian   :
  Cacingan, macam-macam cacing perut yang sering, cara penularan cacing, efek dari infeksi cacing, dan pencegahan cacingan.



- Meminta anak untuk mengulangi kembali serta menyampaikan komentar  dan saran .

Mengucap
salam  penutup.







- Menjawab salam
- Menyimak.



Menyimak, Tanya jawab.













- Menjawab salam




EVALUASI  :

A.        STRUKTURAL.

1.         100 % peserta didik dapat menghadiri pembelajaran .
2.         Tersedianya ruangan untuk proses belajar mengajar.
3.         Tersedianya alat dan media.

           
B.        PROSES.

1.                  Disaat menyampaikan materi, peserta didik focus memperhatikan.
2.                  Peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam menerima materi yg disampaikan.
3.                  Semua media berfungsi.


C.        AKHIR.

1.                  Peserta didik mampu memahami materi yang disampaikan.
2.                  Peserta didik memahami pengertian pencegahan cacingan.

























LAMPIRAN MATERI
MENCEGAH CACINGAN PADA ANAK



A.        PENDAHULUAN.

            Mencegah cacingan pada anak dapat memberikan  dampak yang baik agar anak dapat menyerap nutrisi yang diasupnya.


B.        PENGERTIAN.

Pengertian Cacingan
“Cacingan adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh.”


Macam – Macam Cacing Perut Yang Sering Didapat   :

  1. Cacing kremi
Infeksi cacing kremi adalah suatu infeksi parasit yang terutama menyerang anak – anak dimana cacing Enterobius vermicularis tumbuh dan berkembang biak di dalam usus

  1. Cacing tambang
Cacing tambang adalah cacing parasit (nematoda) yang hidup pada usus kecil inangnya, manusia. Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Necator americanus banyak ditemukan di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, Tiongkok, and Indonesia, sementara A. duodenale lebih banyak di Timur Tengah, Afrika Utara, India, dan Eropa bagian selatan. Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab, dengan tingkat kebersihan yang buruk. bentuk infektif dari cacing tersebut adalah bentuk filariform. Setelah cacing tersebut menetas dari telurnya, muncullah larva rhabditiform yang kemudian akan berkembang menjadi larva filarifor.

  1. Cacing pita
Terdapat tiga spesies penting cacing pita atau dalam bahasa latin disebut Taenia, yaitu Taenia solium, Taenia saginata, dan Taenia asiatica. Ketiga spesies Taenia ini dianggap penting karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yang dikenal dengan istilah taeniasis dan sistiserkosis.




4
C.        Cara Penularan Cacing
1.      Cacing kremi
Infeksi biasanya terjadi melalui 2 tahap. Pertama, telur cacing pindah dari daerah sekitar anus penderita ke pakaian, seprei atau mainan. Kemudian melalui jari-jari tangan, telur cacing pindah ke mulut anak yang lainnya dan akhirnya tertelan. Telur cacing juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan. Setelah telur cacing tertelan, lalu larvanya menetas di dalam usus kecil dan tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu 2-6 minggu). Cacing dewasa betina bergerak ke daerah di sekitar anus (biasanya pada malam hari) untuk menyimpan telurnya di dalam lipatan kulit anus penderita. Telur tersimpan dalam suatu bahan yang lengket. Bahan ini dan gerakan dari cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal. Telur dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia selama 3 minggu pada suhu ruangan yang normal. Tetapi telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke dalam rektum dan usus bagian bawah.
2.      Cacing tambang
Cara penularan penyakit cacing tambang adalah melalui larva cacing yang terdapat di tanah yang menembus kulit (biasanya diantara jari-jari kaki), cacing ini akan berpindah ke paru kemudian ke tenggorokan dan akan tertelan masuk saluran cerna.
3.      Cacing pita
Penularan cacing pita agak berbeda dari yang lain karena biasanya dia hidup di tubuh sapi atau babi. Orang yang sering mengonsumsi daging sapi atau babi yang masih mentah atau dimasak kurang matang sangat mungkin terinfeksi cacing pita. Jika penderita buang air besar dan kotorannya yang mengandung telur cacing pita termakan oleh sapi atau babi, maka telur itu akan tumbuh menjadi kista pada otot/daging hewan tersebut. Jika dagingnya dimakan anak tanpa dimasak hingga matang terlebih dulu, maka di dalam usus halusnya akan menetas larva yang kemudian menjadi cacing dewasa.

D.        Efek Dari Infeksi Cacing
1.      Nutrisi Dibajak
Dampak cacingan ternyata tidak sepele. Dari pertumbuhan fisik yang terhambat, hingga IQ loss. Dampak yang paling banyak adalah anemia atau kadar haemoglobin (Hb) rendah.
2.      Berakibat fatal
Cacingan juga bisa berakibat fatal. “Bisa ke empedu, meski jarang, atau bikin usus bolong. Fatalnya memang tidak secara langsung, tapi karena fisiknya lemah, daya tahan turun, maka penyakit lain pun masuk. Nah, penyakit lain inilah yang bikin fatal.”



E.        Pencegahan Cacingan
  • Hati-hati bila makan makanan mentah atau setengah matang terutama  pada tempat-tempat dimana sanitasi masih kurang
  • Masak bahan makanan sampai matang
  • Selalu mencuci tangan setelah dari kamar mandi/WC atau sebelum memegang makanan
  • Infeksi cacing tambang bisa dihindari dengan selalu mengenakan alas kaki.
  • Gunakan desinfektan setiap hari di tempat mandi dan tempat buang air besar.








































PERTANYAAN DAN JAWABAN


A.        PERTANYAAN.

            1.         Ada berapa macam cacingan yang sering terjadi?
            Jawab   :
1.         Cacing kremi
Infeksi cacing kremi adalah suatu infeksi parasit yang terutama menyerang anak – anak dimana cacing Enterobius vermicularis tumbuh dan berkembang biak di dalam usus

2.      Cacing tambang
Cacing tambang adalah cacing parasit (nematoda) yang hidup pada usus kecil inangnya, manusia. Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Necator americanus banyak ditemukan di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, Tiongkok, and Indonesia, sementara A. duodenale lebih banyak di Timur Tengah, Afrika Utara, India, dan Eropa bagian selatan. Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab, dengan tingkat kebersihan yang buruk. bentuk infektif dari cacing tersebut adalah bentuk filariform. Setelah cacing tersebut menetas dari telurnya, muncullah larva rhabditiform yang kemudian akan berkembang menjadi larva filarifor.

3.      Cacing pita
Terdapat tiga spesies penting cacing pita atau dalam bahasa latin disebut Taenia, yaitu Taenia solium, Taenia saginata, dan Taenia asiatica. Ketiga spesies Taenia ini dianggap penting karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yang dikenal dengan istilah taeniasis dan sistiserkosis.


            2.         Bagaimana cara mencegah cacingan   ?
           Jawab   :
·         Hati-hati bila makan makanan mentah atau setengah matang terutama  pada tempat-tempat dimana sanitasi masih kurang
·         Masak bahan makanan sampai matang
·         Selalu mencuci tangan setelah dari kamar mandi/WC atau sebelum memegang makanan
·         Infeksi cacing tambang bisa dihindari dengan selalu mengenakan alas kaki.
·         Gunakan desinfektan setiap hari di tempat mandi dan tempat buang air besar.



 


                                            00000000              0000000


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar