Rabu, 17 Oktober 2012

INFARK MIOKARD AKUT



Infark Miokard Akut adalah nekrosis miokard akibat gangguan aliran darah ke otot jantung. (Aesculapius, 2000)

Terdapat dua jenis faktor resiko bagi setiap orang untuk terkena AMI, yaitu faktor resiko yang bisa dimodifikasi dan tidak bisa dimodifikasi:

A. Fakor resiko yang dapat dimodifikasi:

1)      Merokok. Peran rokok dalam penyakit jantung koroner ini antara lain: menimbulkan aterosklerosis; peningkatan trombogenessis dan vasokontriksi; peningkatan tekanan darah; pemicu aritmia jantung, meningkatkan kebutuhan oksigen jantung, dan penurunan kapasitas pengangkutan oksigen. Merokok 20 batang rokok atau lebih dalam sehari bisa meningkatkan resiko 2-3 kali dibanding yang tidak merokok,
2)      Konsumsi Alkohol. Meskipun ada dasar teori mengenai efek protektif alcohol dosis rendah hingga moderat, dimana ia bisa meningkatkan trombolisis endogen, mengurangi adhesi platelet, dan meningkatkan kadar HDL dalam sirkulasi, akan tetapi semuanya masih controversial.
3)      Hipertensi Sistemik. Ini menyebabkan meningkatnya after load yang secara tidak langsung akan meninggikan beban kerja jantung. Kondisi seperti ini akan memicu  hipertropi ventrikel kiri sebagai kompensasi dari meningkatnya after load  yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan oksigen jantung.
4)      Penyakit Diabetes. Resiko terjadinya penyakit jantung koroner pada pasien dengan DM sebesar 2- 4 lebih tinggi dibandingkan orang biasa. Hal ini berkaitan dengan adanya abnormalitas metabolisme lipid, obesitas, hipertensi sistemik, peningkatan trombogenesis (peningkatan tingkat adhesi platelet dan peningkatan trombogenesis). (Boston, 2006)

Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Dimodifikasi:

1)      Usia. Resiko meningkat pada pria diatas 45 tahun dan wanita diatas 55 tahun (umumnnya setelah menopause).
2)      Jenis Kelamin. Morbiditas akibat penyakit jantung koroner (PJK) pada laki-laki dua kali lebih besar dibandingkan pada perempuan, hal ini berkaitan dengan estrogen endogen yang bersifat protective pada perempuan. Hal ini terbukti insidensi PJK meningkat dengan cepat dan akhirnya setara dengan laki-laki pada wanita setelah masa menopause.
3)      Riwayat Keluarga.Riwayat anggota keluarga sedarah yang mengalami PJK sebelum usia 70 tahun merupakan factor resiko independent untuk terjadinya PJK. (Boston, 2006)

Diagnosis

            Pada EKG terdapat elevasi segmen ST diikuti dengan perubahan sampai inversi gelombang T. Kemudian muncul peningkatan gelombang Q minimal dua sadapan. Peningkatan kadar enzim atau isoenzim merupakan indicator spesifik infark miokard akut yaitu keratin fosfokinase, SGOT, laktat dehidrogenase. Tetapi enzim ini tidak spesifik karena dapat disebabkan oleh penyakit lain, seperti penyakit muscular, hipotiroid, dan strok.
            Reaksi nonspesifik berupa leukositosis polimorfonuklear (PMN) mencapai 12.000-15.000 dalam beberapa jam dan bertahan 3-7 hari. Peningkatan LED terjadi lebih lambat, mencapai puncaknya dalam satu minggu, dan dapat bertahan 1-2 minggu
            Pemeriksaan Radiologi berguna bila dtemukan adanya bendungan paru (gagal jantung) atau kardiomegali. Dengan ekokardiografi 2 dimensi dapat ditentukan daerah luas infark miokard akut fungsi pompa jantung serta komplikasi. (Sjamsuhidayat, 2004)

Manisfestasi Klinis
              Nyeri dada serupa dengan angina tetapi lebih intensif dan menetap (lebih dari 30 menit), tidak sepenuhnya menghilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin sering disertai nausea, berkeringat, dan sangat menakutkan pasien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan muka pucat, takikardi, dan bunyi jantung III (bila disertai gagal jantung kongestif). Distensi vena jugularis umumnya terdapat pada infark ventrikel kanan.(Guyton, 2006)

Pemeriksaan Fisik

a) Tampilan Umum.
Pasien tampak pucat, berkeringat, dan gelisah akibat aktivitas simpatis berlebihan. Pasien juga tampak sesak. Demam derajat sedang (< 38 C) bisa timbul setelah 12-24 jam pasca infark,
b) Denyut Nadi dan Tekanan Darah
Sinus takikardi (100-120 x/mnt) terjadi pada sepertiga pasien, biasanya akan melambat dengan pemberian analgesic yang adekuat. Denyut jantung yang rendah mengindikasikan adanya sinus bradikardi atau blok jantung sebagai komplikasi dari infark. Peningkatan TD moderat merupakan akibat dari pelepasan kotekolamin. Sedangkan jika terjadi hipotensi maka hal tersebut merupakan akibat dari  aktivitas vagus berlebih, dehidrasi, infark ventrikel kanan, atau tanda dari syok kardiogenik,
c) Pemeriksaan jantung
Terdangar bunyi jantung S4 dan S3. Bunyi gesekan perikard jarang terdengar hingga hari ke dua atau ketiga atau lebih lama lagi (hingga 6 minggu) sebagai gambatan dari sindrom Dressler,
d) Pemeriksaan paru.
Ronkhi akhir pernafasan bisa terdengar, walaupun mungkin tidak terdapat gambaran edema paru pada radiografi. Jika terdapat edema paru, maka hal itu merupakan komplikasi infark luas, biasanya anterior. (Zimetbaum, 2003)

Penatalaksanaan


            1) Istirahat total, 2) Diet makanan lunak atau saring serta rendah garam (bila ada gagal jantung), 3)  Pasang infus dekstrosa 5% untuk persiapn pemberian obat intravena.(Aesculapius, 2000)

Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan yang bisa muncul diantaranya dengan ketidakefektifan pola nafas (Hiperventilasi) dan penurunan cardiac out put, Gangguan stroke volume (preload, afterload, kontraktilitas). (Aesculapius, 2000)

Daftar pustaka

Zimetbaum, P. J , M.D. 2003. Use of the Electrocardiogram in Acute Myocardial Infarction.nejm, 348:933-40

Boston, MA. 2006.Environ Health Perspect. bmj, 115:53-57

Aesculapius, M. 2000.Infark miokard Akut. Kapita Selekta Kedokteran. 437-440

Guyton, A. C,M.D. 2002. Fisiology Kedokteran. EGC. 335-336

Sjamsuhidayat, R, Wim de jong. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah. Ed:2. EGC. 6

Senin, 15 Oktober 2012

ANGINA PECTORIS



DEFINISI
Penyakit angina pectoris ini ditemukan oleh Herbeden pada tahun 1772. Dia menemukan suatu sindroma gangguan pada dada berupa perasaan nyeri, terlebih saat sedang berjalan, mendaki, sebelum atau sesudah makan. Nyeri itu sebenarnya tidak hanya karena kelainan organ di dalam toraks, akan tetapi juga dari otot, syaraf, tulang dan faktor psikis. Penyakit angina pectoris ini juga disebut sebagai penyakit kejang jantung. Penyakit ini timbul karena adanya penyempitan pembuluh koroner pada jantung yang mengakibatkan jantung kehabisan tenaga pada saat kegiatan jantung dipacu secara terus- menerus karena aktifitas fisik atau mental.
SEBAB
Angina pectoris dapat terjadi bila otot jantung memerlukan asupan oksigen yang lebih pada waktu tertentu, misalnya pada saat bekerja, makan, atau saat sedang mengalami stress. Jika pada jantung mengalami penambahan beban kerja, tetapi supplay oksigen yang diterima sedikit, maka akan menyebabkan rasa sakit pada jantung. Oksigen sangatlah diperlukan oleh sel miokard untuk dapat mempertahankan fungsinya. Oksigen yang didapat dari proses koroner untuk sel miokard ini, telah terpakai sebanyak 70 - 80 %, sehingga wajar bila aliran koroner menjadi meningkat.
Faktor- faktor yang mempengaruhi pemakaian oksigen pada jantung, adalah:
1. Denyut jantung

Apabila denyut jantung bertambah cepat, maka kebutuhan oksigen tiap menitnya akan bertambah.
2. Kontaktilitas
Dengan bekerja, maka akan banyak mengeluarkan katekolamin (adrenalin dan nor adrenalin) sehingga dapat meningkatkan kontraksi pada jantung.
3. Tekanan Sistolik Ventrikel Kiri
Makin tinggi tekanan, maka akan semakin banyak pemakaian oksigen.
4. Ukuran Jantung
Jantung yang besar, akan memerlukan oksigen yang banyak.
Faktor- faktor penyebab lainnya, antara lain adalah:
1. Denyut jantung yang terlalu cepat
2. Anemia (kurang darah)
3. Kelainan pada katup jantung, terutama aortic stenosis yang disebabkan oleh sedikitnya aliran darah ke katup jantung.
4. Penebalan pada di dinding otot jantung - hipertropi- dimana dapat terjadi pada penderita tekanan darah tinggi sepanjang tahun.

GEJALA
Semua jenis- jenis gejala angina berhubungan dengan kegiatan fisik atau karena keadaan sedang stress.
Angina pectoris dapat dikenali dengan tanda- tanda:
1. Kualitas nyeri dada yang khas, yaitu perasaan dada tertekan, merasa terbakar atau susah bernafas.
2. Lokasi nyeri yaitu retrosternal yang menjalar ke leher, rahang atau mastoid dan turun ke lengan kiri.
3. Faktor pemicu seperti sedang emosi, bekerja, sesudah makan atau dalam udara dingin.
4. Rasa ketarik- tarik pada kerongkongan


JENIS- JENIS Angina Pectoris:
1. STABLE ANGINA PECTORIS
Disebabkan karena kebutuhan metabolik otot jantung dan energi yang tidak dapat dipenuhi karena terdapat stenosis yang menetap pada arteri koroner yang disebabkan oleh proses aterosklerosis. Keluhan nyeri dada akan timbul bila melakukan suatu pekerjaan. Berdasarkan tingkat penyebabnya, maka dapat dibagi menjadi:
1. Selalu timbul sesudah kegiatan berat
2. Timbul sesudah melakukan kegiatan sedang ( jalan cepat 1/2 km)
3. Timbul sesudah melakukan kegiatan ringan (jalan 100 m)
4. Jika melakukan aktivitas yang ringan (jalan biasa)
Diagnosa Stable Angina Pectoris:
1. Pemeriksaan EKG
2. Uji latihan fisik (Exercise stress testing dengan atau tanpa pemeriksaan Radionuclide)
3. Angiografi koroner
Terapi:
1. Menghilangkan faktor pemberat
2. Mengurangi faktor resiko
3. Penghambat Beta
4. Antagonis Kalsium
2. UNSTABLE ANGINA PECTORIS
Disebabkan primer oleh kontraksi otot poles pembuluh koroner sehinggga mengakibatkan iskeia miokard. Patogenesis spasme tersebut hingga kini belum dapat diketahui, kemungkinan tonus alphaadrenergik yang berlebihan. Manifestase pembuluh koroner yang paling sering adalah variant (prinzmental).
Angina jenis ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Angina yang baru terjadi (dalam 1 bulan)
2. Crescendo Angina (meningkatnya frekuensi atau keparahan dalam beberapa hari atau minggu)
3. Insufisiensi koroner akut (nyeri angina yang menetap pada saat istirahat tanpa adanya infark miokardium)
Terapi:
1. Nitrogliserin subligual dosis tinggi
2. Untuk frokfikasis dapat dipakai pasta nitroglisrerin, nitrat dosis tinggi ataupun antagonis kalsium
3. Bila bersama dengan aterosklerosis, maka diberikan kombinasi nitrat, antagonos kalsium, dan penghambat beta

3. ANGINA VARIANT (PRINZMENTAL)

Disebabkan oleh vasospasma . Vasospasma merupakan kekejangan yang disebabkan oleh penyempitan arteri koronari dan berkurangnya aliran darah ke jantung. Angina jenis ini jarang terjadi.

4. ANGINA MIKROVASKULAR

Disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi saluran darah yang terdapat pada jantung, kaki dan tangan.

KOMPLIKASI PADA ANGINA PECTORIS

1. Infarksi miokardium yang akut ( serangan jantung)
2. kematian karena jantung secara mendadak
3. Aritmia kardiak


PENCEGAHAN

1. Kurangi hal- hal yang dapat menjadi faktor resiko
2. Makan makanan yang bergizi seperti, makan sayur- sayuran, biji-bijian.
3. Menghindari produk- produk makanan yang berserat tinggi.
4. Berhenti merokok.
5. Berdiet jika mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
6. Sering- sering menggerakkan badan atau berolahraga.

DIAGNOSIS

Landasan diagnosis atas suatu penyakit adalah tipe- tipe gejala yang timbul maupun dari daftar riwayat penderita. Pada Angina Pectoris, jenis gejalanya dapat berupa nyeri secara khas yang terletak sentral, retrosternal, bersifat kencang, menekan dan berat. Selain itu Angina akan timbul lebih cepat saat beraktivitas dalam udara dingin atau setelah makan. Tetapi Angina dapat juga menghilang dalam beberapa menit jika aktivitas maupun emosi (karena stress) telah berhenti.
Nitrogliserin juga dapat digunakan untuk meredakan angina dalam beberapa menit. Angina akibat spasme arteri koronaria dapat terjadi kapan saja. Sedangkan nyeri dada yang timbul dengan tidak jelas, umumnya bukan angina.
Pada pemeriksaan fisik, sering kali normal. Pada penilaian klinis mencakup pemeriksaan faktor- faktor resiko. Kita juga dapat mencari bukti- bukti penyakit vaskular aterosklerotik di tempat lain, misalnya berkurangnya denyut nadi pada tungkai atau bruit, kecemasan dan sindrom hiperventilasi (pernapasan dada atas, sering kali menghela nafas, dan berbagai gejala- gejala cemas) dapat disertai dengan nyeri dada sementara. Nyeri seperti ini, sering terdapat pada dada bagian kiri. Kadang pada riwayat “gangguan jantung” seperti bising jantung, atau keluarga yang menderita penyakit jantung. Hal itu tentu juga menjadi suatu pertimbangan dalam pembuatan suatu diagnosa.

PEMERIKSAAN

1. EKG (Elektrokardiogram)
Kemungkinan besar, dokter akan melakukan pemeriksaan yang dapat menunjukkan aktivitas melalui Elektrokardiogram dan memantau gejala- gejala yang ada.EKG ini dapat merekam impuls elektrik jantung. Sehingga dapat diketahui apakah otot jantung telah menerima supplay oksigen yang cukup atau kekurangan oksigen (iskemia). Selain itu, EKG ini juga dapat digunakan untuk menentukan atau mengetahui ritme jantung.
2. Arteriografi Koroner

Merupakan satu- satunya teknik yang memungkinkan untuk melihat penyempitan pada koroner. Suatu kateter dimasukkan lewat arteri femoralis ataupun brakialis dan diteruskan ke aorta ke dalam muara arteri koronaria kanan dan kiri. Media kontras radio grafik kemudian disuntikkan dan cineroentgenogram akan memperlihatkan kontur arteri serta daerah penyempitan. Kateter ini kemudian didorong lewat katup aorta untuk masuk ke ventrikel kiri dan disuntikkan lebih banyak media kontras untuk menentukan bentuk, ukuran, dan fungsi ventrikel kiri. Bila ada stenosis aorta, maka derajat keparahannya akan dapat dinilai, demikian juga kita dapat mengetahui penyakit arteri koroner lain.

PENGOBATAN

1. Pencegahan
Aspirin dengan dosis yang rendah, misalnya Angettes 75 yang dapat mengurangi kecenderungan dari sel darah merah dan membantu pencegahan pembentukan maupun pengaturan trombosit.
2. Terapi

A. Glyseril trinitrat
GTN yang diletakkan di bawah lidah atau obat semprot dapat mengendurkan arteri pada jantung dan dapat mengurangi serangan Angina.
B. Nitrat

Gerakan nitrat dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi serangan angina. Dapat berupa tablet atau potongan obat, dan itu sangat efektif. Efek samping dari penggunaan nitrat ini adalah sakit kepala. Tetapi setelah pemakaian dalam beberapa minggu, sakit kepala ini akan jarang terjadi.

Nitrat ada 4 macam, yaitu:
1. Nitrogliserin
Merupakan obat yang paling utama. Nitrat efektif pada angina dengan cara menurunkan konsumsi oksigen miokardium lewat penurunan tekanan darah dan tekanan intrakardiak. Nitrogliserin ini diserap dari mukosa pipi dan dapat meredakan angina dalam 2- 4 menit.
2. Isosorbid dinitrat (sorbitrat)
Diberikan dengan jumlah dosis 10- 20 mg tiap 2- 4 jam. Merupakan suatu sediaan nitrat kerja lama yang dapat membantu mencegah angina, meski mempunyai efek yang berbeda- beda. Obat ini lebih jarang menimbulkan nyeri kepala dibandingkan dengan nitrogliserin
3. Nitrat transdermal
Diserap melalui kulit dan dapat digunakan sebagai pasta yang dioleskan pada dinding dada.
4. Perheksilin maleat
Dengan besar dosis 100 mg per oral tiap 12 jam, lalu ditingkatkan hingga 200mg tiap 12 jam. Sehingga dapat mengurangi denyut jantung saat beraktivitas. Merupakan obat yang sangat toksik, dan sering menimbulkan efek samping (pusing, tremor, ataksia dan gangguan usus). Pada pemakaian kronik dapat mengakibatkan efek samping berupa neurologik, metabolic dan hepatic.
 

C. Penghambat Beta
Memberikan efek pada hormon sehingga nadi akan berdenyut secara pelan dan tekanan darah menjadi rendah. Hal itu akan dapat membuat jantung untuk mengurangi jumlah oksigen yang diperlukan dan memperbaiki supplai darah ke otot jantung. Selain itu, penghambat beta ini juga penting untuk melindungi jantung saat terkena serangan.
 

D. Antagonis Kalsium
Fungsinya secara umum adalah untuk mengurangi tekanan pada otot arteri koronari.
Antagonis kalsium terdiri atas beberapa jenis, antara lain:
1. Verapamil (cordilox)
Dengan dosis 40- 120 mg per oral tiap 8 jam. Merupakan obat dari antagonis kalsium yang adapat melebarkan pembuluh darah koroner dengan cara menghambat efek kontriksi kalsium pada otot polos.Verapamil ini sangat bermanfaat pada penderita angina saat sedang istirahat, khususnya angina tak stabil.
2. Nifedipin (adalat)
Dengan dosis 10- 20 mg per oral tiap 8 jam. Nifedipin ini dapat menyebabkan pembengkakan lutut. Obat ini tidak memiliki kerja antiaritmik. Bermanfaat pada angina Prinzmental dan angina yang disertai hipertensi. Efek samping dari pemakaian nifedipin ini adalah nyeri kepala, flushing (semu merah), pusing dan peningkatan angina yang bersifat paradoksal.
E. Pengobatan Secara Umum
Yang mungkin diperlukan untuk mengontrol atau mengetahui gejala- gejala dan memperbaiki kondisi tanpa ada efek samping dari pengobatan itu sendiri. Pengobatan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing- masing penderita.


Senin, 26 September 2011

PDK-Sapel Cacingan


SATUAN PEMBELAJARAN
MENCEGAH INFEKSI CACINGAN PADA ANAK
















 








MATA KULIAH
PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN








 







DOSEN   :
Ns.  EMIL, S.Kep















 












   Disusun Oleh   :
KOMARUZ ZAMAN
11100023

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
Kesetiakawanan Sosial Indonesia
( STIKes  KESOSI )

SATUAN PEMBELAJARAN


Pokok Bahasan                       :   Mencegah cacingan.
Sub Pokok bahasan                 :   Mencegah infeksi cacing pada anak.
Peserta didik                            :   Anak-anak SD
Tempat                                    :   UKS SDN 3 Cakung Barat.
Hari                                         :   Sabtu, 4 Juni 2011.
Waktu                                     :   30 Menit
Pengajar                                  :  


I.          TUJUAN    :

1.         Tujuan Instruksional umum .
           
            “Anak-anak mendapat informasi tentang pencegahan infeksi cacing”

2.         Tujuan Instruksional khusus .

a.       Anak-anak dapat mengetahui pengertian cacingan.
b.      Anak-anak dapat mengetahui macam-macam cacing perut yang sering.
c.       Anak-anak dapat mengetahui cara penularan cacing.
d.      Anak-anak dapat mengetahui akibat dari infeksi cacing.
e.       Anak-anak dapat mengetahui cara mencegah penularan cacing.


II.        MATERI.

1.                  Pengertian cacingan
2.                  Macam-macam cacing perut
3.                  Cara penularan cacing
4.                  Akibat dari infeksi cacing
5.                  Cara mencegah penularan cacing


III.       METODE.

            -   CERAMAH.
            -   TANYA JAWAB.




IV.       MEDIA.

            -   Laptop
            -   Proyektor.


V.        SUMBER.

            -   Internet.
            -   Buku tentang infeksi cacing .

VI.       STRATEGI PELAKSANAAN

KEGIATAN / WAKTU
PENDIDIK
PESERTA DIDIK

Pembukaan.   5  menit




Pelaksanaan atau kegiatan demonstrasi selama 20 menit







Penutup  5 menit.


-  Cara memberikan salam.
    Pembuka, perkenalan,
    serta kata-kata pembuka


- Menjelaskan pengertian   :
  Cacingan, macam-macam cacing perut yang sering, cara penularan cacing, efek dari infeksi cacing, dan pencegahan cacingan.



- Meminta anak untuk mengulangi kembali serta menyampaikan komentar  dan saran .

Mengucap
salam  penutup.







- Menjawab salam
- Menyimak.



Menyimak, Tanya jawab.













- Menjawab salam




EVALUASI  :

A.        STRUKTURAL.

1.         100 % peserta didik dapat menghadiri pembelajaran .
2.         Tersedianya ruangan untuk proses belajar mengajar.
3.         Tersedianya alat dan media.

           
B.        PROSES.

1.                  Disaat menyampaikan materi, peserta didik focus memperhatikan.
2.                  Peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam menerima materi yg disampaikan.
3.                  Semua media berfungsi.


C.        AKHIR.

1.                  Peserta didik mampu memahami materi yang disampaikan.
2.                  Peserta didik memahami pengertian pencegahan cacingan.

























LAMPIRAN MATERI
MENCEGAH CACINGAN PADA ANAK



A.        PENDAHULUAN.

            Mencegah cacingan pada anak dapat memberikan  dampak yang baik agar anak dapat menyerap nutrisi yang diasupnya.


B.        PENGERTIAN.

Pengertian Cacingan
“Cacingan adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh.”


Macam – Macam Cacing Perut Yang Sering Didapat   :

  1. Cacing kremi
Infeksi cacing kremi adalah suatu infeksi parasit yang terutama menyerang anak – anak dimana cacing Enterobius vermicularis tumbuh dan berkembang biak di dalam usus

  1. Cacing tambang
Cacing tambang adalah cacing parasit (nematoda) yang hidup pada usus kecil inangnya, manusia. Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Necator americanus banyak ditemukan di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, Tiongkok, and Indonesia, sementara A. duodenale lebih banyak di Timur Tengah, Afrika Utara, India, dan Eropa bagian selatan. Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab, dengan tingkat kebersihan yang buruk. bentuk infektif dari cacing tersebut adalah bentuk filariform. Setelah cacing tersebut menetas dari telurnya, muncullah larva rhabditiform yang kemudian akan berkembang menjadi larva filarifor.

  1. Cacing pita
Terdapat tiga spesies penting cacing pita atau dalam bahasa latin disebut Taenia, yaitu Taenia solium, Taenia saginata, dan Taenia asiatica. Ketiga spesies Taenia ini dianggap penting karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yang dikenal dengan istilah taeniasis dan sistiserkosis.




4
C.        Cara Penularan Cacing
1.      Cacing kremi
Infeksi biasanya terjadi melalui 2 tahap. Pertama, telur cacing pindah dari daerah sekitar anus penderita ke pakaian, seprei atau mainan. Kemudian melalui jari-jari tangan, telur cacing pindah ke mulut anak yang lainnya dan akhirnya tertelan. Telur cacing juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan. Setelah telur cacing tertelan, lalu larvanya menetas di dalam usus kecil dan tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu 2-6 minggu). Cacing dewasa betina bergerak ke daerah di sekitar anus (biasanya pada malam hari) untuk menyimpan telurnya di dalam lipatan kulit anus penderita. Telur tersimpan dalam suatu bahan yang lengket. Bahan ini dan gerakan dari cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal. Telur dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia selama 3 minggu pada suhu ruangan yang normal. Tetapi telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke dalam rektum dan usus bagian bawah.
2.      Cacing tambang
Cara penularan penyakit cacing tambang adalah melalui larva cacing yang terdapat di tanah yang menembus kulit (biasanya diantara jari-jari kaki), cacing ini akan berpindah ke paru kemudian ke tenggorokan dan akan tertelan masuk saluran cerna.
3.      Cacing pita
Penularan cacing pita agak berbeda dari yang lain karena biasanya dia hidup di tubuh sapi atau babi. Orang yang sering mengonsumsi daging sapi atau babi yang masih mentah atau dimasak kurang matang sangat mungkin terinfeksi cacing pita. Jika penderita buang air besar dan kotorannya yang mengandung telur cacing pita termakan oleh sapi atau babi, maka telur itu akan tumbuh menjadi kista pada otot/daging hewan tersebut. Jika dagingnya dimakan anak tanpa dimasak hingga matang terlebih dulu, maka di dalam usus halusnya akan menetas larva yang kemudian menjadi cacing dewasa.

D.        Efek Dari Infeksi Cacing
1.      Nutrisi Dibajak
Dampak cacingan ternyata tidak sepele. Dari pertumbuhan fisik yang terhambat, hingga IQ loss. Dampak yang paling banyak adalah anemia atau kadar haemoglobin (Hb) rendah.
2.      Berakibat fatal
Cacingan juga bisa berakibat fatal. “Bisa ke empedu, meski jarang, atau bikin usus bolong. Fatalnya memang tidak secara langsung, tapi karena fisiknya lemah, daya tahan turun, maka penyakit lain pun masuk. Nah, penyakit lain inilah yang bikin fatal.”



E.        Pencegahan Cacingan
  • Hati-hati bila makan makanan mentah atau setengah matang terutama  pada tempat-tempat dimana sanitasi masih kurang
  • Masak bahan makanan sampai matang
  • Selalu mencuci tangan setelah dari kamar mandi/WC atau sebelum memegang makanan
  • Infeksi cacing tambang bisa dihindari dengan selalu mengenakan alas kaki.
  • Gunakan desinfektan setiap hari di tempat mandi dan tempat buang air besar.








































PERTANYAAN DAN JAWABAN


A.        PERTANYAAN.

            1.         Ada berapa macam cacingan yang sering terjadi?
            Jawab   :
1.         Cacing kremi
Infeksi cacing kremi adalah suatu infeksi parasit yang terutama menyerang anak – anak dimana cacing Enterobius vermicularis tumbuh dan berkembang biak di dalam usus

2.      Cacing tambang
Cacing tambang adalah cacing parasit (nematoda) yang hidup pada usus kecil inangnya, manusia. Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Necator americanus banyak ditemukan di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, Tiongkok, and Indonesia, sementara A. duodenale lebih banyak di Timur Tengah, Afrika Utara, India, dan Eropa bagian selatan. Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab, dengan tingkat kebersihan yang buruk. bentuk infektif dari cacing tersebut adalah bentuk filariform. Setelah cacing tersebut menetas dari telurnya, muncullah larva rhabditiform yang kemudian akan berkembang menjadi larva filarifor.

3.      Cacing pita
Terdapat tiga spesies penting cacing pita atau dalam bahasa latin disebut Taenia, yaitu Taenia solium, Taenia saginata, dan Taenia asiatica. Ketiga spesies Taenia ini dianggap penting karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yang dikenal dengan istilah taeniasis dan sistiserkosis.


            2.         Bagaimana cara mencegah cacingan   ?
           Jawab   :
·         Hati-hati bila makan makanan mentah atau setengah matang terutama  pada tempat-tempat dimana sanitasi masih kurang
·         Masak bahan makanan sampai matang
·         Selalu mencuci tangan setelah dari kamar mandi/WC atau sebelum memegang makanan
·         Infeksi cacing tambang bisa dihindari dengan selalu mengenakan alas kaki.
·         Gunakan desinfektan setiap hari di tempat mandi dan tempat buang air besar.



 


                                            00000000              0000000